Solo traveling bagi sebagian orang tentunya kurang seru. Bisa dibayangkan pergi ke suatu tempat sendiri tanpa ada yang menemani dan tidak ada yang bisa di ajak berbagi. Sampai rata-rata teman saya bilang kayak gini :

Cha ndak papa itu pergi sendirian? Berani sekali, apalagi kamu itu cewek bisa bahaya.



Ok itu tidak sampai begitu saja, mami pun juga sempat kaget dengan pilihan saya tapi karena saya sudah berjanjipun untuk tidak melakukan hal-hal yang di luar batas maka Beliau pun percaya.

Masalah berani atau tidak, saya rasa itu dari masing-masing pribadi apalagi saya sudah cukup terbiasa untuk pergi sendiri untuk makan, nonton atau belanja. Jadi pas kemana saja sendiri itu bukan hal yang aneh, toh di sana nantinya kan kita bertemu dengan banyak orang bahkan kita bisa ngobrol dengan mereka selama nyambung sih yah. hahahahaha. 

Selain yang saya bicarakan diatas, ada 3 hal yang dianggap Solo Traveling tidak menyenangkan antara lain :

1. Memotret

Tak lengkap rasanya ketika berkunjung ke suatu tempat tanpa ada foto-foto yang keren ataupun instagramble yang dapat kita bagi ke media sosial yang kita gunakan. Apalagi kalau ada kita ikut berpartisipasi dalam foto tersebut. Tapi karena menurut saya sudah canggih juga kan ada tongsis juga memudahkan kita, atau bisa minta tolong ke orang yang sedang memotret sekitar. Mereka dengan senang hati akan membantu dan tawarkan juga kamu bisa memotret mereka.

Selfie Aja Lagi
Namun akhir-akhir ini saya memang jarang Selfie jadi bukan masalah juga buat saya kok. Ditambah sekarang sudah ada jasa Fotographer yang bisa kalian bayar per beberapa jam juga. Lebih mudah kan?

2. Transportasi

Bagi yang bepergian secara rombongan tentu untuk transportasi menggunakan Rental Car jauh lebih enak tanpa harus berdesakan dan budget yang keluarkan akan lebih sedikit karena di bagi dengan beberapa orang yang ikut. 

Tapi ketika kamu memutuskan untuk Solo Traveling kalian tidak dapat melakukan kegiatan seperti di atas. Saran saya pastikan kamu mempelajari rute transportasi yang akan kalian gunakan. Misal mau naik MRT kalian tentu harus tahu dari mana start kereta dan akan berakhir dimana terus ketika sampai apa harus jalan lagi atau pindah MRT. Itu semua harus di siapkan. Kalau kalian merasa sedikit ribet seperti saya, maka saya memilih untuk naik Grab ataupun berjalan kaki ketika cuaca kurang mendukung.  

Ketika Kaki Capek Nunggu, Langsung Pesan Grab

Apalagi kalau kamu menginap di daerah yang dekat lokasi pariwisata tentu aksesnya sangat mudah, bahkan di Malaysia ada GoKL yang Gratis bisa kita gunakan. 

3. Hotel

Tidak dapat dipungkiri kita ketika ke suatu tempat membutuhkan hotel. Tempat dimana kita akan melalui malam dan memulai aktvitas berawal dari kamar hotel. Sama seperti hal di atas, kadang berpikir kalau berbagi kamar juga akan lebih murah. Namun sekarang banyak sekali hotel yang menyediakan kamar seperti Dormitory. Jadi kalian juga jauh mudah berbagi informasi yang dibutuhkan seperti tempat yang mereka sudah kunjungi ataupun tempat yang ingin kamu rekomendasikan.

Untuk saya malah sebaliknya, memilih kamar sendiri tapi tetap masuk dalam budget. Bukan karena temanya Solo Traveling lho ini, tapi lebih merasa aman dan nyaman terutama barang-barang yang kita bawa. Begitu sampai kamar langsung kunci kamar, bebersih dan tidur. Apalagi kalau seharian jalan tentu akan nyenyak tidur karena sudah capek juga.

Dari kesemuanya yang terpenting adalah kewaspadaan kita karena pergi sendirian harus memperhatikan segala sesuatu. Tapi itu tidak mempengaruhi kualitas liburan yang ada malah kita ingin membagikan pengalaman. Ada yang punya pengalaman seperti saya? Share dong.

Happy Holiday







23 Comments

  1. Saya selalu suka group traveling dan solo traveling, keduanya sama-sama punya kelebihan dan kekurangan hahah, tapi kalau solo traveling artinya harus selalu bisa waspada :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget kak tuteh, mengajarkan kita untuk selalu waspada dimanapun dan kapanpun. tapi aku merasa lebih tertantang kak.

      Delete
  2. Yang pasti klu melakukan solo traveling tantangannya juga lebih berat ya, tapi sepertinya menarik juga nih. Cuma ya itu dia, kudu waspada apalagi perempuan. Saya pribadi belum pernah solo traveling karena pasti nggak bakal diijinin, ditambah lagi saya juga tidak cukup berani melakukan perjalanan sendirian

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba dari yang dekat2 saja dulu sih kak, misal ke mal sendirian. hahahha

      Delete
  3. Solo traveler memang ada baiknya ada juga sedihnya kak. Apa apa sendiri, foti harus selfie, transport harus naik transport umum spy lebih murah tapi banyak juga pelajaran yang bisa dipetik. Sedikit sharing, waktu pertama kali ke luar negeri dua tahun lalu sendiri. Tapi akhirnya tertantang utk lebih mandiri, tidak panikan kalau ada masalah dan belajar selfcontrol juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul kak, jadi tambah penasaran ke trip selanjutnya akan kayak gimana ya.

      Delete
  4. Solo teaveling woman yah, hehe mmg slalu bnyk yg bertnya kok brani yah solotrip padahal cwe? Anw sbnrnya hal tsb sdh biasa didunia traveling selama kt berani keluar dr zona nyaman kt

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh lah kita collabs kak biar saya ndak perlu solo traveling. hahahahha

      Delete
  5. Saya juga suka jalan sendiri kak bukan karena gak ada teman tapi memang suka. Naik pete-pete sendiri, ke mall juga biasa sendiri. Pernah juga ke Kediri sendirian naik bus dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. lumayan jauh juga itu kak, Kediri sampai Surabaya. Next kalau saya ke Kediri samaan yuk

      Delete
  6. Bener banget, memotret dengan hasil wow saat solo travelling jadi sebuah hal mustahil banget yaa. Even though udah pakai remote ��. Akhirnya saya beli gorillaz pod biar hasilnya rada lumayan lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ok kak, saya mo cari gorillaz pod biar hasilnya bisa Ok punya.

      Delete
  7. Salah satu impian saya nih, pengen solo traveling.
    Tapi kondisinya sekarang tentu gak memungkinkan, yaitu belum tentu diizinin sama suami dan anak2, hehe..

    Makanya Icha selagi muda dan masih single, nikmati kebebasan dan momen solo travelingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iye kak, lagi sementara menikmati dan tertantang untuk next trip. hahahaha

      Delete
  8. saya terakhir solo traveling tahun berapa ya? solo travelingnya bukan jalan sendirian, tapi traveling ke solo :p

    kalau solo traveling yg sebenarnya sudah sering sih. tapi itu karena dinas dan selama ini nda ada masalah. semua lancar2 saja walaupun saya ingat awalnya sempat deg2an juga. biasanya jalan sama senior, ehh tiba2 harus jalan sendirian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau biasami pasti ndak terlalu khawatir juga bawaannya, malah kalau rame-rame jadi khawatir. wkwkwk

      Delete
  9. Toss dulu kak sesama penyuka solo travelling. Saya bukannya suka sendiri tapi lebih ke tanggung jawabnya kalau mengajak orang trus malas juga kalau ternyta teman travellingnya ga satu frekuensi hahaha

    Andalanku kalau travelling sendiri adalah timer saat foto, ojek online dan numpang tempat kenalan 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh semacam lagi ngaca ini kak. Saya juga malas kalau pergi sama yang ndak suka apa yang mau saya datangi. Jadi mending sendirian cari aman. hahahha

      Delete
  10. "toh di sana nantinya kan kita bertemu dengan banyak orang'.

    Prinsip yang sama saya pakai. Saya paling suka jalan sendiri sih, kemana-kemana terasa enak sendiri.

    Pernah ke jawa sendirian, prgi ikut kegiatan sekalian jalan-jalan, tapi saya tidak pernah takut krna INDONESIA JI ini ditempati. Bakal tidak akan hilang selama Bismillah~

    ReplyDelete
    Replies
    1. berapa lama perginya kak? Mauku pergi keliling P. Jawa dalam sebulan. hahahahaha

      Delete
  11. bepergian sendiri memang akan lebih berat biaya karena tidak ada teman berbagi biaya. tapi selain itu, solo travelling itu akan lebih menyenangkan kalau kita tau cara menikmatinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju opa, makanya harus di persiapkan tujuan yang kita kunjungi.

      Delete
  12. Kala masih lajang sudah biasa solo travelling meski dekat saja ke seputaran Bandung, Garut Kota, bahkan ikut konvensi bahasa (tapi berangkatnya dengan teman kala tiba di terminal, he he.
    Gak asyik,sih, ada rasa sepi soalnya saya kurang merencanakan harus ngapain di tujuan. Kesannya spontan dan tak enjoi karena tak tahu hal-hal mendasar yang harus dilakukan kala avonturir sendirian, mana saya perempuan.
    Setelah menikah, rasanya lebih nikmat family travelling soalnya saya tak nyaman meninggalkan keluarga sendirian.
    Benar banget, kita harus waspada bahkan bagi perempuan lebih baik nginapnya pakai kamar aendiri agar aman dan nyaman.
    Lelebihan solo travelling bagi saya adalah bisa bebas menentukan destinasi tujuan. Semacam me time yang berharga.
    Selamat solo travelling, ya. Bisa seru, kok, kayak kisah perjalanan HOK Tanzil di majalah "Intisari" kala keliling dunia.

    ReplyDelete